Kesehatan

Jenis-jenis Penyakit Kulit yang Tidak Menular dan Sering Dialami Masyarakat di Iklim Tropis

Indonesia yang beriklim tropis dengan sinar matahari penuh dibandingkan negara lainnya memiliki kelebihan tersendiri dalam hal kesehatan. Sinar matahari pagi mengandung vitamin dan zat anti bakteri sehingga membunuh berbagai bibit penyakit sebelum ia menyerang manusia. Karena itu disarankan untuk mandi sinar matahari khususnya di pagi hari agar senantiasa sehat dan memiliki massa tulang yang kuat. Tetapi, berada di iklim tropis juga tidak berarti bebas masalah kesehatan, karena ada beberapa penyakit khususnya penyakit kulit yang justru lebih sering terjadi di negara tropis. Seperti penyakit berikut ini yang mudah menjangkiti manusia di iklim tropis namun tidak menular kepada manusia lainnya.

Memiliki penyakit di bagian kulit akan sangat mengganggu penampilan apalagi jika bagian kulit yang terserang adalah di bagian yang tampak. Terlebih pemahaman masyarakat yang mengira semua penyakit di kulit itu mudah menular dengan cara kontak langsung. Bisa-bisa si pemilik sakit langsung dikucilkan dari masyarakat hingga ia sembuh dari penyakitnya. Padahal ada beberapa jenis penyakit di kulit yang tidak menular dengan mudah dan bahkan tidak menular sama sekali. Apa saja jenis penyakit tidak menular di kulit tersebut? Ini dia contohnya yang sering ditemukan di Indonesia:

  1. Dermatitis.
    Merupakan jenis penyakit yang sering muncul dengan tiba-tiba. Memiliki gejala bercak merah disertai rasa gatal. Ada tiga jenis dermatitis yaitu:
    • Dermatitis atopik.
    Lebih sering terjadi pada anak-anak terutama di lipatan kulit. Memiliki gejala kulit memerah dan gatal yang disertai dengan penebalan kulit.
    • Dermatitis kontak.
    Merupakan dermatitis yang terjadi akibat kontak langsung dengan zat alergen pada kulit yang mengalami reaksi alergi. Gejala dermatitis kontak adalah kulit memerah disertai gatal dan rasa panas menyengat.
    • Dermatitis seboroik.
    Merupakan dermatitis yang menyerang pada bagian kulit berminyak. Memiliki gejala kulit menjadi merah hingga bersisik dan gatal.
  2. Psoriasis.
    Penyakit ini tidak menular karena disebabkan oleh kelainan imun yang dimiliki oleh penderita. Pada umumnya sel kulit akan melakukan regenerasi dimana sel kulit mati akan digantikan dengan sel kulit baru. Pada kondisi autoimun, sel kulit baru terus diproduksi namun sel kulit yang sudah tua tidak mati atau produksi sel kulit baru terlalu cepat. Akibatnya terjadi penumpukan sel kulit yang menyebabkan kulit menjadi menebal merah yang semakin lebar.
  3. Vitiligo.
    Vitiligo juga bisa terjadi akibat penyakit autoimun ataupun keturunan. Kondisi ini dicirikan dengan adanya bercak putih yang cukup lebar di beberapa bagian kulit. Hal ini disebabkan karena kurangnya melanin atau zat pewarna kulit pada diri penderita. Jumlah melanosit yang dimiliki tidak mencukupi untuk menghasilkan melanin sehingga warna kulit tidak rata. Jika melihatnya, tidak perlu khawatir atau menjauhi penderita, karena penyakit ini tidak menular.

Itulah beberapa jenis penyakit kulit yang tidak menular sehingga Anda tak perlu khawatir jika dekat atau bergaul dengan penderitanya. Meski begitu masih banyak jenis penyakit menular di bagian kulit lainnya yang perlu Anda waspadai dengan cara menjaga kebersihan kulit dan lingkungan. Selain itu selalu tingkatkan sistem kekebalan tubuh karena penyakit yang terjadi pada kulit erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah terutama untuk penyakit yang jenis menular. Makan buah, sayur dan minum air putih dapat menjadi cara yang tepat untuk menangkal infeksi dan kontaminasi bakteri atau virus penyebab penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *